Langsung ke konten utama

Postingan

Hobi Gelap di Kala Pandemi

Gemuruh sorak sorai sudah terdengar dari kejauhan. Bak semut menemukan sebongkah gula, mereka berkumpul di sekitar arena berbentuk lingka ra n demi melihat sang jagoan bertarung. Tidak lagi khawatir akan virus yang sedang meradang di bumi, mereka terus mengeluh-eluhkan sang jagoan demi memuaskan hobi. Akhir pekan tidak lagi hanya ditunggu oleh para muda-mudi tetapi juga bagi pekerja dengan kantong tembal yang siap mempertaruhkan hartanya untuk sebuah hobi. Ya, sabung ayam memang sudah tidak asing di telinga dan aktivitasnya masih ada di sekitar kita. Namun sabung ayam sebenarnya adalah perjudian yang masih berstatus illegal di Indonesia. Meski demikian, banyak orang menganggap aktivitas tersebut menjadi salah satu hobi yang menghasilkan banyak keuntungan. MY yang memiliki postur tubuh tambun, dengan gagah menggendong seekor ayam yang orang awam mengenalnya sebagai ayam jago.  Ia mengaku sebagai “pecinta ayam bangkok” , MY pun memperlihatkan kepada kami jenis ayam bangkok yang men...

Spotlight (2015) – Praktik Jurnalisme Investigasi

Diangkat berdasarkan kisah nyata, film Spotlight berkisah tentang sekelompok jurnalis di surat kabar The Bosten Globe. Kelompok beranggotakan 4 (empat) orang ini memang selalu ditugaskan untuk menyelidiki satu kasus tertentu yang akan ditayangkan secara khusus oleh koran tersebut. Pada tahun 2001, Marty Baron, editor baru di The Boston Globe bertemu dengan Walter Robinson (Robby), kepala editor Spotlight. Baron meminta Robby dan tim Spotlight untuk menyelidiki sebuah kolom yang memuat tentang seorang pengacara lokal bernama Mitchell Garabedian. Dalam kolom berita tersebut, Garabedian mengatakan bahwa Kardinal Law (pemimpin keuskupan di Boston kala itu) mengetahui bahwa salah satu Pastornya melecehkan seorang anak dan tidak melakukan apapun. Atas permintaan Baron, Spotlight kemudian menyelidiki lebih dalam kisah tentang pelecehan seksual yang dilakukan oleh pastor gereja terhadap anak-anak baik perempuan maupun laki-laki. Semua pekerjaan saat itu ditinggalkan demi kisah ini....

Tarif Tol Di Negara Flower

Mahalnya tarif tol di Indonesia saat ini menjadi perbincangan hangat bagi para masyarakat di Indonesia, khususnya bagi para mereka yang berkerja sebagai supir truk maupun para pengusaha di bidang logistik. Tarif tol yang ditetapkan oleh Pemerintah dinilai terlalu mahal jika harus diterapkan di beberapa ruas Tol di Indonesia. tidak hanya menjadi perbincangan oleh masyarakat Indonesia, Mahalnya tarif tol di Indonesia juga menjadi perbincangan hangat oleh Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Snsi, Suhendra Ratu Prawiranegara mengatakan bahwa tarif tol di Indonesia merupakan salah satu tarif tol termahal di Asia Tenggara, rata-rata tarif tol di Indonesia berkisar Rp 1.300 hingga Rp 1.500/km, Sementara di negara-negara lain, seperti Singapura Rp 778/km, Malaysia Rp 492/km, Thailand Rp. 440/km , Vietnam Rp.1200/km, dan Filipina Rp. 1.050/km.              ...

Berbeda Pilihan, Bukan Alasan Untuk Saling Menjatuhkan

Warganet di Indonesia belum lama ini sedang ramai memperbincangkan mengenai sebuah postingan CEO Bukalapak, Achmad Zaky tentang alokasi riset dan pengembangan (R&D) dalam era industri 4.0 . Dalam postingan di akun twitternya, CEO Bukalapak itu menyinggung daftar alokasi riset dan pengembangan sebuah negara.  CEO Bukalapak tersebut mengkritik tentang minimnya alokasi riset dan pengembangan di Indonesia di tahun 2016, alokasi riset dan pegembangan Indonesia hanya US$ 2 miliar, alokasi itu jauh lebih rendah dibandingkan dengan negara-negara maju lainnya, seperti Singapura sebesar US$ 10 miliar, dan Amerika Serikat sebesar US$ 511.  Selain menyinggung mengenai daftar alokasi riset dan pengembangan sebuah negara, diakhir postingannya CEO Bukalapak Achmad Zaky, menambahkan sebuah kalimat “Mudah2an presiden baru bisa naikin“ .  Hal inilah yang membuat para warganet pendukung Capres 01 merasa tersinggung, sehingga banyak warganet yang tidak setuju dengan postingan CEO Buk...